Kamis, 12 Juni 2014

sejarah singkat fotografi

Fotografi ialah lukisan melalui cahaya. Tanpa cahaya seni foto ini tidak akan berfungsi. Istilah Photography dicipta pada tahun 1839. Ketika teknologi seni foto terus berkembang bersama dengan kemajuan manusia, ilmu sangat penting bagi menjamin mutu kerja seorang seniman foto (Photografer).
Dalam buku The History of Photography karya Alma Davenport, terbitan University of New Mexico Press tahun 1991, disebutkan bahwa pada abad ke-5 Sebelum Masehi (SM), seorang pria bernama Mo Ti sudah mengamati sebuah gejala. Apabila pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang kecil (pinhole), maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi. Mo Ti adalah orang pertama yang menyadari fenomena camera obscura. kamera mulai diperkenalkan ketika para pelukis menghadapi masalah untuk merekam gambar (potrait) sekitar abad 17 dan 18. Justru itu mereka telah mencipta kamera Obscura untuk kemudahan merekam gambar.
Dengan munculnya kehadiran kamera ke permukaan bumi, lalu timbullah pertanyaan, Siapakah yang mencipta kamera? Sebenarnya, penciptaan kamera tidak dilakukan oleh seorang individu sahaja. Proses penciptaan kamera ini berlaku secara beransur-ansur selama ratusan tahun melibatkan berbagai pengetahuan dalam ilmu fizik, kimia dan optik.
                Manusia telah lama mengetahui prinsip asas berkaitan fotografi, iaitu sekitar tahun 300 sebelum masihi dimana Aristotle (ahli falsafah Greek) telah menulis mengenai fenomena pembentukan imej yang merupakan asas kepada fungsi sebuah kamera. Pada sekitar abad yang sama, Mo Ti (ahli falsafah Cina) telah mencipta sebuah alat yang berfungsi sebagai sebuah kamera yang ringkas. Tetapi, kamera ini tidak boleh merakam gambar.
                Seorang lagi tokoh penting yang menyumbang ke arah penciptaan kamera ialah Ibn Al-Haytham (Dunia Barat mengenalinya sebagai Alhazen). Beliau adalah seorang saintis muslim yang dianggap sebagai Bapa Optik Moden dan jasanya diiktiraf oleh sarjana Barat. Pada sekitar tahun 1000 masehi, Ibn Al-Haytham telah membina camera obscura dan telah menerangkan secara saintifik mengenai camera obscura, sifat cahaya dan beberapa perkara mengenai optik. Hasil kajian dan penemuan oleh Ibn Al-Haytham dikembangkan lagi oleh saintis barat selepas itu.
                Pada zaman awal ini, kamera yang dicipta tidak boleh digunakan untuk merakam imej secara kekal. Kamera yang dikenali sebagai camera obscura ini cuma boleh memaparkan imej yang hanya boleh dilihat sahaja. Selepas beberapa lama, kamera ini diperbaiki lagi lalu membolehkan imej yang dilihat itu boleh ditekap bagi dijadikan lukisan.



photo jurnalistik

         Terdapat beberapa pengertian mengenai fotografi jurnalistik yang dikemukakan oleh para ahli fotografi. Menurut Hanapi yang dimaksud dengan fotografi jurnalistik yaitu kegiatan fotografi yang bertujuan merekam jurnal peristiwa-peristiwa yang menyangkut manusia. Wilson Hick dalam bukunya Word and Picture memberi batasan fotografi jurnalistik adalah  media komunikasi verbal dan visual yang hadir bersamaan. Sedangkan Soelarko mendefinisikan foto jurnalistik sebagai foto berita atau bisa juga disebut sebagai sebuah berita yang disajikan dalam bentuk foto. Sementara itu Oscar Motuloh, fotografer senior Biro Foto LKBN Antara Jakarta menyebut foto jurnalistik  adalah medium sajian untuk menyampaikan baragam bukti visual atas suatu peristiwa pada suatu masyarakt seluas-luasnya, bahkan hingga kerak dibalik peristiwa tersebut, tentu dalam waktu yang sesungkat-singkatnya.
Berikut ini adalah beberapa definisi tehnik fotografi jurnalistik menurut para ahli.


Jaket National Geographic berwarna Hitam , sangat pas dipakai buat teman - teman yang ingin tampil keren. apakah anda berminat memiliki jaket seperti gambar diatas ini? jika anda berminat silahkan klik link di bawah ini:

http://www.jacketkorea.com/jaket-national-geographic-ng-13/

1. Menurut Wilson Hick redaktur senior majalah ’Life’ (1937-1950) dalam buku World and Pictures, foto jurnalistik adalah media komunikasi verbal dan visual yang hadir bersamaan.
2. Menurut Henri Cartier-Bresson, pendiri agen foto terkemuka di dunia dengan teorinya Decisive Moment, foto jurnalistik adalah berkisah dengan sebuah gambar, melaporkannya dengan sebuah kamera, merekamnya dalam waktu, yang seluruhnya berlangsung seketika saat suatu citra tersembut mengungkap sebuah cerita.
3. Menurut Oscar Motulohm, fotografer professional, foto jurnalistik adalah suatu medium sajian informasi untuk menyampaikan beragam bukti visual atas berbagai peristiwa kepada masyarakat seluas-luasnnya secara cepat.
4. Menurut Zainuddin Nasution, tokoh foto jurnalistik asal Surabaya, foto jurnalistik adalah jenis foto yang digolongkan foto yang tujuan pemotretan karena keinginan bercerita kepada orang lain. Jadi foto-foto jenis ini berkepentingan dalam menyampaikan pesan kepada orang lain dengan maksud agar orang lain melakukan sesuatu tindakan psikologis.
Dalam buku serial Photojournalistic yang diterbitkan oleh Time Life diungkapkan bahwa,  foto-foto yang dihasilkan oleh para wartawan foto seperti yang ada di media massa adalah pers foto foto berita yang penekanannya pada perekaman fakta otentik. Misalnya foto yang menggambarkan kebakaran, kecelakaan, pengusuran dll. Foto-foto itu, ingin menceritakan sesuatu yang akan membuat orang memberikan feed back dan bertindak.



Rabu, 11 Juni 2014

tips - tips fotografi


Jaket National Geographic berwarna Hitam , sangat pas dipakai buat teman - teman yang ingin tampil keren. apakah anda berminat memiliki jaket seperti gambar diatas ini? jika anda berminat silahkan klik link di bawah ini:



          Di era sekarang ini banyak sekali orang – orang yang sudah memiliki kamera DSLR sendiri, terkadang mempunyai sebuah kamera itu tidak hanya cuman punya, akan tetapi harus dapat menggunakannya secara tepat. Berikut ini akan dibahas bagaimana tehnik fotografi yang tepat.

A. Fokus
Focusing ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto, dilakukan dengan memutar ring fokus pada lensa sehingga terlihat pada jendela bidik objek yang semula kurang jelas menjadi jelas (fokus). Foto dikatakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis yang tegas (tidak kabur). Pada ring fokus, terdapat angka-angka yang menunjukkan jarak (dalam meter atau feet) objek dengan lensa.
B. Eksposure
Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya film yang ada dikamera. Dalam hal ini, cahaya yang diterima objek harus cukup sehingga dapat terekam dalam film. Proses pencahayaan (exposure) menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma, kecepatan rana dan kepekaan film (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan keberhasilan fotografer dalam mendapatkan film yang tercahayai normal, yaitu cahaya yang masuk ke film sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed).
Kecepatan Rana (shutter speed)
Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya mengenai film. Cara kerja rana seperti jendela. Rana berada di depan bidang film dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk melindungi bidang film dari cahaya. Saat shutter release ditekan, maka rana aka membuka dan menutup kembali sehingga cahaya dapat masuk dan menyinari film.
Kepekaan Film (ISO)

Makin kecil satuan film (semakin rendah ISO), maka film kurang peka cahaya sehingga makin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut, sebaliknya semakin tinggi ISO maka film semakin peka cahaya sehingga makin sedikit cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut. Misal, ASA 100 lebih banyak membutuhkan cahaya daripada ASA 400.
Inilah beberapa tehnik dalam fotografi, semoga dapat bermanfaat buat teman – teman sekalian bisa mengetahui beberapa tehnik tersebut dan mempraktekannya sendiri.

Sumber : http://kifli89.blogspot.com

tips sederhana tehnik fotografi human interst

                Kehidupan dan interaksi sosial manusia memang sangat menarik untuk di abadikan. Kehidupan dan keunikan bisa di tangkap melalui  sebuah kamera untuk mengabadikan sebuah momen berharga. Jenis foto yang menggambarkan kehidupan interaksi sosial manusia ini, biasa disebut dengan Human Interest. Human Interest dalam karya fotografi sendiri kalau dijabarkan adalah menggambarkan kehidupan pribadi manusia atau interaksi manusia serta ekspresi emosional yang memperlihatkan manusia dengan kehidupannya. membawa rasa ketertarikan dan rasa simpati bagi para orang dengan melihat foto tersebut. Jenis foto human inters berbeda dengan foto jurnalistik, walaupun foto human interst masuk ke dalam jenis foto jurnalistik. Foto human interest adalah jenis foto yang mengabadikan momen yang berbeda dari biasanya. Semakin dramatis sebuah foto human interst, maka semakin sukses foto human interestnya
                Untuk seorang fotographer yang sudah terbiasa berkecimpung di bidang sosial, tehnik foto human interst sangat pas., karena tehnik foto human interest menggambarkan sisi lain dari  sebuah kehidupan. Fotographer yang sering berkecimpung di dunia sosial pasti tidak akan sulit untuk mendapatkan foto human interest, karena sudah terbiasa dengan kehidupan sosial dan dapat langsung mereka momen luar biasa yang terjadi di lingkungan sosial.

Jaket National Geographic berwarna Hitam , sangat pas dipakai buat teman - teman yang ingin tampil keren. apakah anda berminat memiliki jaket seperti gambar diatas ini? jika anda berminat silahkan klik link di bawah ini:
http://www.jacketkorea.com/jaket-national-geographic-ng-13/

Nah untuk melakukan pemotretan dengan tehnik human interst, sangatlah penting untuk mengetahui beberapa tehnik pemotretan dalam jenis foto human interst. untuk mendapatkan hasil yang baik saat memotret human interest, kamu harus tahu beberapa trik dan tipsnya.
1.       Carilah subjek atau orang yang punya karakter kuat dan menarik, misalnya orang tersebut punya ekspresi wajah yang hidup dan ada cerita menarik dalam kehidupannya.
2.       Jangan malu untuk mendekat dengan subjek, ajak mereka berkenalan dan buat mereka nyaman, agar mereka akan dengan senang hati berpose untuk kamu.
3.       Walau sudah berkenalan dengan subjek, sebaiknya tidak perlu mengatur terlalu jauh agar foto terkesan alami. 
4.      J auhi  lampu, special effect atau olah digital yang berlebihan.
5.       Lakukan observasi, untuk mengatur di mana tempat paling tepat saat akan menangkap gambar. Pelajari tempat di mana subjek kamu biasa beraktivitas.
6.       Biasanya foto human interest memang dilakukan secara candid. Jadi jika Travel lads mau mencobanya, pertama tentukan dulu apa yang ingin kamu potret. Cari spot yang bisa memperlihatkan semua elemen dan komposisi yang ada, kemudian tunggu momen ketika si subjek mulai ‘berpose’ sesuai keinginan kamu. Misalnya kamu ingin memotret tukang becak, kamu tinggal memilih momen apa yang paling menyentuh, mungkin saat dia sedang beristirahat atau saat sedang mengangkut penumpang.
7.       Setelah mendapat momen, menguasai kamera adalah hal berikut yang wajib kamu lakukan.
8.       Kamu bisa menggunakan foto berturut-turut untuk mendapatkan momen yang kamu inginkan.
9.       Kamu bisa menggunakan kamera dengan lensa yang memiliki jarak fokus 50-300 mm, karena lensa jenis ini akan sangat membantu saat ingin memotret  candid.
1  Untuk yang tidak punya kamera DSLR, gunakan saja kamera poket biasa, hal ini malah lebih baik karena subjek foto tidak akan merasa terintimidasi, jika kamu belum terlalu dekat dengan subjek.
1Komposisi yang baik adalah saat kamu menonjolkan ekspresi atau bahasa tubuh dari si subjek foto. 
Demikianlah tips – tips singkat dan yang ingin mengetahui tehnik  foto human interst. Thank bro…bro semua…


contoh kamera dalam fotografi



Jaket National Geographic berwarna Hitam , sangat pas dipakai buat teman - teman yang ingin tampil keren. apakah anda berminat memiliki jaket seperti gambar diatas ini? jika anda berminat silahkan klik link di bawah ini:


Fotografi adalah sebuah hobby yang sangat di gandrungi semua kalangan, mulai dari anak – anak sampai kakek dan nenek.  Fotografi memang sebuah hobby yang asyik, karena banyk hal yang unik ketika kita menekan tombol shuter pada kamera dan membidik berbagai foto serta momen menarik serta berbagai macam gambar yang dapat kita bidik dengan menggunakan sebuah kamera. Seru bukan, ketika kita bisa mengabadikan momen serta gambar yang menarik, akan tetapi semua momen dan gambar itu tidak akan tercipta jika kita tidak memiliki sebuah kamera. Kamera dalam dunia fotografi sangatlah banyak tipenya... mau tau beberapa contoh kamera dalam fotografi... mari kita baca kamera apa saja yang biasa digunakan dalam fotografi
Berikut ini beberapa jenis kamera berdasarkan penangkapan sinar cahaya:
Kamera Film
            Kamera ini menggunakan pita seluloid sebagai media penangkap cahaya.
Adapun jenis film dibagi lagi berdasarkan ukuran panjang diagonalnya:
     a. Small format (35mm)
     b. Medium format (100-120mm)
     c. Large format
Dari ketiga format film di atas, yang paling populer adalah format 35mm atau biasa disebut film 135.
Kamera Polaroid
            Kamera jenis ini menggunakan lembaran polaroid sebagai media penangkap cahaya dan langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu lagi melakukan proses cuci cetak film.
Kamera digital
            Kamera jenis ini memakai image-sensor atau sensor gambar sebagai media penangkap cahaya dan media penyimpanannya menggunakan memory card.
Disini juga akan dibahas beberapa kamera berdasarkan tehnologi viewfinder
Pocket Camera/Kamera saku
            Jenis kamera yang paling banyak digunakan orang. Kebanyakan menggunakan setelan serba otomatis atau memiliki sedikit setelan manual. Cahaya yang melewati lensa langsung membakar media penangkap gambar. Kelemahan dari kamera ini adalah lensa tidak bisa diganti, selain itu adalah gambar yang terlihat oleh mata melalui viewfinder/jendela bidik akan berbeda dengan hasil foto yang didapat, karena ada perbedaan antara pandangan pemotret dengan pandangan lensa. Perbedaan tersebut disebut paralaks.
Kamera TLR (Twin Lens Reflex)
            Disebut juga kamera refleks lensa ganda. Jendela bidik/viewfinder yang diberikan lensa identik dengan lensa di bawahnya. Kesalahan paralaks masih ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.
Kamera SLR (Single Lens Reflex)
            Untuk kamera digital biasa disebut Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex). Kamera jenis ini sangat populer digunakan fotografer profesional, amatir maupun yang sekedar menyalurkan hobi. Kesalahan paralaks tidak terjadi pada kamera jenis ini karena memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dari jendela bidik sama dengan yang ditangkap oleh film. Kelebihan lain dari kamera ini adalah lensa yang dapat diganti.
Sekian contoh – contoh kamera yang bisa digunakan untuk fotografi






pencahayaan dalam fotografi

Terdapat beberapa arah cahaya dalam fotografi, mulai dari front light, back light, top light dan side light.
Berikut ini adalah penjelasan tentang beberapa pencahayaan dalam fotografi tersebut :
Front light artinya sumber cahaya ada di depan subyek yang di foto sehingga biasanya sumber cahaya ada di belakang kamera kita
Cahaya mengenai subyek dari samping kiri atau kanan. Cahaya samping ini memberi kesan dimensional yang kuat sehingga banyak dipakai pada foto arsitektur atau landscape pada foto diatas.
Back light terjadi saat kita memotret subyek dengan sumber cahaya yang berasal dari belakangnya, dengan kata lain sumber cahaya ada didepan kamera namun dibelakang subyek.
Cahaya atas atau bawah jarang kita pakai karena menghasilkan foto yang kurang bagus, contoh foto top light adalah saat kita memotret saat jam 12 siang.
Dalam dunia fotografi, darimana arah cahaya datang atau jatuh ke subyek akan mempengaruhi bagaimana foto terlihat. Memahami bagaimana menggunakan atau memanipulasi cahaya adalah aspek yang paling penting dari fotografi yang harus pelajari. Setelah Anda memahami cahaya dan bagaimana efeknya terhadap foto Anda, Anda akan jauh lebih maju ribuan tahun bagi sebagian besar fotografer pemula.
                Dalam tehnik fotografi juga sangat memerlukan cahaya,  sumber cahaya sangat banyak dan kompleks, mulai dari sinar matahari, bermacam jenis lampu dan benda lain yang berpendar. Tiap sumber cahaya memiliki intensitas dan temperatur warna yang berbeda-beda, sehingga diperlukan kemampuan yang baik dari kamera (atau fotografer) dalam menentukan white balance yang tepat.
                Umumnya kamera mampu mengenali cahaya matahari, lampu neon, lampu pijar dan lampu kilat. Bila hasil white balance otomatis dari kamera meleset (benda putih jadi kebiruan atau kemerahan) atur preset white balance secara manual. Untuk tingkat lebih lanjut, gunakan grey card sehingga foto yang meleset bisa ditolong memakai software.
                 http://belfot.com/arah-cahaya/



Sabtu, 07 Juni 2014

Beberapa jenis foto dalam fotografi

       Di dalam dunia fotografi bukan hanya sekedar untuk menekan tombol shuter pada sebuah kamera dan membidik gambar sesuka hati tanpa tau makna apa yang sebenarnya ingin kita bidik ketika kita menekan tombol shuter pada sebuah kamera. Sayang sekali bukan ketika kita punya kamera tapi tidak tau apa saja jenis – jenis foto yang ada di dunia fotografi, sehingga ketika kita menekan tombol shuter kita tau objek apa yang ingin kita bidik. Berikut ini terdapat beberapa jenis foto yang ingin saya infokan kepada teman – teman semua.mari kita lihat..

FOTO MANUSIA
       Foto manusia adalah semua foto yang obyek utamanya manusia, baik anak-anak sampai orang tua, muda maupun tua. Unsur utama dalam foto ini adalah manusia, yang dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisualisasikan. Foto ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori yaitu

a. Portrait
       Portrait adalah foto yang menampilkan ekspresi dan karakter manusia dalam kesehariannya. Karakter manusia yang berbeda-beda akan menawarkan image tersendiri dalam membuat foto portrait. Tantangan dalam membuat foto portrait adalah dapat menangkap ekspresi obyek (mimic, tatapan, kerut wajah) yang mampu memberikan kesan emosional dan menciptakan karakter seseorang.

b. Human Interest
       Human Interest dalam karya fotografi adalah menggambarkan kehidupan manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari serta ekspresi emosional yang memperlihatkan manusia dengan masalah kehidupannya, yang mana kesemuanya itu membawa rasa ketertarikan dan rasa simpati bagi para orang yang menikmati foto tersebut.

c. Stage Photography
       Stage Photography adalah semua foto yang menampilkan aktivitas/gaya hidup manusia yang merupakan bagian dari budaya dan dunia entertainment untuk dieksploitasi dan menjadi bahan yang menarik untuk divisualisasikan.

d. Sport
       Foto olahraga adalah jenis foto yang menangkap aksi menarik dan spektakuler dalam event dan pertandingan olah raga. Jenis foto ini membutuhkan kecermatan dan kecepatan seorang fotografer dalam menangkap momen terbaik.

FOTO NATURE
       Dalam jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan dan lain-lain.

a. Foto Flora
       Jenis foto dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenal dengan jenis foto flora. Berbagai jenis tumbuhan dengan segala keanekaragamannya menawarkan nilai keindahan dan daya tarik untuk direkam dengan kamera.

b. Foto Fauna
       Foto fauna adalah jenis foto dengan berbagai jenis binatang sebagai obyek utama. Foto ini menampilkan daya tarik dunia binatang dalam aktifitas dan interaksinya.

c. Foto Landscape
       Foto lanscape adalah jenis foto yang begitu popular seperti halnya foto manusia. Foto lanscape merupakan foto bentangan alam yang terdiri dari unsur langit, daratan dan air, sedangkan manusia, hewan, dan tumbuhan hanya sebagai unsur pendukung dalam foto ini. Ekspresi alam serta cuaca menjadi moment utama dalam menilai keberhasilan membuat foto lanskap.

FOTO ARSITEKTUR
       Kemanapun anda pergi akan menjumpai bangunan-bangunan dalam berbagai ukuran, bentuk, warna dan desain. Dalam jenis foto ini menampilkan keindahan suatu bangunan baik dari segi sejarah, budaya, desain dan konstruksinya. Memotret suatu bangunan dari berbagai sisi dan menemukan nilai keindahannya menjadi sangat penting dalam membuat foto ini. Foto arsitektur ini tak lepas dari hebohnya dunia arsitektur dan teknik sipil sehingga jenis foto ini menjadi cukup penting peranannya.

FOTO STILL LIFE

       Foto still life adalah menciptakan sebuah gambar dari benda atau obyek mati. Membuat gambar dari benda mati menjadi hal yang menarik dan tampak “hidup”, komunikatif, ekspresif dan mengandung pesan yang akan disampaikan merupakan bagian yang paling penting dalam penciptaan karya foto ini. Foto still life bukan sekadar menyalin atau memindahkan objek ke dalam film dengan cara seadanya, karena bila seperti itu yang dilakukan, namanya adalah mendokumentasikan. Jenis foto ini merupakan jenis foto yang menantang dalam menguji kreatifitas, imajinasi, dan kemampuan teknis.

FOTO JURNALISTIK
       Foto jurnalistik adalah foto yang digunakan untuk kepentingan pers atau kepentingan informasi. Dalam penyampaian pesannya, harus terdapat caption (tulisan yang menerangkan isi foto) sebagai bagian dari penyajian jenis foto ini. Jenis foto ini sering kita jumpai dalam media massa (Koran, majalah, bulletin, dll).

sumber : http://fotografiyuda.wordpress.com/seputar-fotografi/pengenalan-jenis-jenis-foto-dan-teknis-dasar-pemotretan/