Terdapat beberapa pengertian
mengenai fotografi jurnalistik yang dikemukakan oleh para ahli fotografi.
Menurut Hanapi yang dimaksud dengan fotografi jurnalistik yaitu kegiatan
fotografi yang bertujuan merekam jurnal peristiwa-peristiwa yang menyangkut
manusia. Wilson Hick dalam bukunya Word and Picture memberi batasan fotografi
jurnalistik adalah media komunikasi verbal
dan visual yang hadir bersamaan. Sedangkan Soelarko mendefinisikan foto
jurnalistik sebagai foto berita atau bisa juga disebut sebagai sebuah berita
yang disajikan dalam bentuk foto. Sementara itu Oscar Motuloh, fotografer
senior Biro Foto LKBN Antara Jakarta menyebut foto jurnalistik adalah medium sajian untuk menyampaikan
baragam bukti visual atas suatu peristiwa pada suatu masyarakt seluas-luasnya,
bahkan hingga kerak dibalik peristiwa tersebut, tentu dalam waktu yang
sesungkat-singkatnya.
Berikut ini
adalah beberapa definisi tehnik fotografi jurnalistik menurut para ahli.
http://www.jacketkorea.com/jaket-national-geographic-ng-13/
Jaket
National Geographic berwarna Hitam , sangat pas dipakai buat teman - teman yang
ingin tampil keren. apakah anda berminat memiliki jaket seperti gambar diatas
ini? jika anda berminat silahkan klik link di bawah ini:
1. Menurut Wilson Hick redaktur senior majalah ’Life’
(1937-1950) dalam buku World and Pictures, foto jurnalistik adalah media
komunikasi verbal dan visual yang hadir bersamaan.
2. Menurut Henri Cartier-Bresson, pendiri agen foto terkemuka
di dunia dengan teorinya Decisive Moment, foto jurnalistik adalah berkisah
dengan sebuah gambar, melaporkannya dengan sebuah kamera, merekamnya dalam
waktu, yang seluruhnya berlangsung seketika saat suatu citra tersembut
mengungkap sebuah cerita.
3. Menurut Oscar Motulohm, fotografer professional, foto
jurnalistik adalah suatu medium sajian informasi untuk menyampaikan beragam
bukti visual atas berbagai peristiwa kepada masyarakat seluas-luasnnya secara
cepat.
4. Menurut Zainuddin Nasution, tokoh foto jurnalistik asal
Surabaya, foto jurnalistik adalah jenis foto yang digolongkan foto yang tujuan
pemotretan karena keinginan bercerita kepada orang lain. Jadi foto-foto jenis
ini berkepentingan dalam menyampaikan pesan kepada orang lain dengan maksud
agar orang lain melakukan sesuatu tindakan psikologis.
Dalam buku serial
Photojournalistic yang diterbitkan oleh Time Life diungkapkan bahwa, foto-foto yang dihasilkan oleh para wartawan
foto seperti yang ada di media massa adalah pers foto foto berita yang
penekanannya pada perekaman fakta otentik. Misalnya foto yang menggambarkan
kebakaran, kecelakaan, pengusuran dll. Foto-foto itu, ingin menceritakan
sesuatu yang akan membuat orang memberikan feed back dan bertindak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar